TYPE AYAM BANGKOK YANG PALING DICARI….

Buku ini disusun berdasar pengalaman “praktisi” ayam bangkok. Perlu diingat bahwa penggila ayam bangkok tidak semuanya pecandu aduan (penyabung ayam). Ada yang cuma sebatas kelangenan, menikmati tampilan si ayam yang kekar dan kadang sangar … Postur si bangkok yang besar, memenuhi syarat sebagai ayam aduan. Daya tahannya hebat, naluri bertarungnya tajam.

Dari sisi taji sebagai senjata andalan bertarung, dikenal dua jenis ayam bangkok aduan: (1) Ayam jalu. Sedikitnya berumur 18 bulan. Sebagai petarung harusnya belum pernah kawin. Bentuk kepala yang ideal kecil agak panjang, dengan jengger lentur dan tipis. Biji mata kecil, agak tersimpan ke dalam (terlindung dari hantaman luar). Paruh agak panjang dan kuat. Tubuh ramping, leher agak panjang. Bulu tubuh dan ekornya lebat. Panjang taji kira-kira 2 cm. Posisi taji dekat kelingking, searah jari luar. Mata taji ruas yang sejajar dengan taji letaknya di tengah garis yang membagi kedua ruas kaki.

(2) ayam pukul. Minimum 12 bulan. Sebagai ayam aduan harusnya juga belum pernah kawin. Kokoknya besar, pendek. Kepala sebaiknya agak besar, tebal. Jengger kecil, kaku. Paruh agak pendek, tulang alis menonjol. Banyaknya bulu kedua sayap minimum 36 helai. Bulunya lebatd an kaku. Jari-jari kaki panjang dan kering. Bentuk taji teplek.

Umumnya ayam bangkok berwarna merah tua. Setelah persilangan dengan keturunan yang beda warnanya bervariasi.
Yang paling dicari: (a) wisanggeni, merah menyala, kuning dan putih seperti nyala api. Kaki kuning, mata merah. Warna dasar bulunya hitam agak kehijauan. (b) blorok madu. warna dasar putih, sedikit merah tua, hijau, kuning dan hitam pada bulu hias di sekitar punggung.Idealnya berkaki putih, mata putih, kulit tubuh juga putih. (c) wiring galih. warna agak gelap, mata hitam, kaki dan taji juga hitam. Rawis ( bulu di leher) merah tua, paruh hitam wuluh.

Konon ayam bangkok dengan ciri di atas punya derajat lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Karena keberadaannya bisa dibilang langka, sehingga menimbulkan sugesti dan memancing fanatisme penggemarnya.

Kokok ayam aduan tidak terlampau dipentingkan. Tapi dibanggakan kalau kokok itu pendek, keras dan bernada tinggi. Kokok seperti itu lebih berwibawa dan menjatuhkan mental lawan.
Pemakaian jamu seperti jahe, kayu cina (widoro) dan kunci secara teratur membantu memunculkan kokok yang keras dan nyaring.

Pemberian pakan dan penjemuran yang teratur akan menjaga berat tubuh dan stamina bertarung. Sebelum dijemur, ayam dimandikan lebih dulu tapi jangan berbasah-basah. Cukup diseka di bagian tertentu seperti pangkal leher dan sela-sela ketiak, sekitar dubur dan kaki.
Pakan pokok yang baik: beras merah, jagung dan gabah (padi).
Pakan tambahan: kuning telur bebek (1 buir), daun papaya secukupnya, madu (1 sendok makan).

Latihan dengan lawan adu (sparring partner) dilakukan dengan menempatkan lawan adu di dalam kurungan. Jago yang dilatih dilepas supaya menyerang dari luar kurungan. Ini penting untuk melatih otot-otot secara otomatis.
Latihan cukup 10 – 20 menit, selang 1 – 2 hari

by..arynggo_________

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s